Sunday, November 1, 2015

MUSIKALITAS WAHANA BERMAIN ANAK NUSANTARA

Penulis  Putri Sekarwati
Email    sekarwegawe@gmail.com



Musik yaitu suatu seni dengan media suara sebagai sarana ungkapan ekspresi pesan seseorang. Musik memiliki berbagai macam genre yaitu pop, rock, jazz, RNB, hiphop, dangdut, metal, opera, dll. Dari variasi genre musik tersebut cenderung berbeda dan mempunyai pola pikir yang tak sebanding  juga. Trendy musik Indonesia sekarang jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Disini saya juga mengenalkan salah satu penyanyi muda yang berhasil memeriahkan musik Indonesia, yaitu Isyana Sarasvati. Penyanyi dan seorang komposer berbakat ini lulusan yang berhasil mendapat beasiswa dari Singapure. Gadis cantik asal kota kembang ini ternyata sejak umur 7 tahun sudah menekuni dunia musik, hampir setiap hari tak lepas akan piano kesayangannya itu. “Saya lebih suka dijuluki musisi dari pada penyanyi”, ujarnya dalam suatu acara tv swasta Indonesia. Ia lebih menonjol pada musik opera. Terkadang ia juga mengguluti rasa musik RNB dan pop. Kelak mimpinya ingin menjadi seorang maestro.

Pendidikan seni musik Indonesia bukanlah sekedar hiburan untuk memancing siswa menjadi semangat dalam belajar. Ketika siswa merasa bosan dengan salah satu mata pelajaran disekolah, maka musik merupakan wahana bermain yang tepat untuk menuangkan kejuhanan siswa tersebut. Contohnya pada musik klasik mampu menghilangkan rasa jenuh, serta dapat meningkatkan kecerdasan anak tersebut. Lagu klasik dipercaya menimbulkan ketenangan jiwa, di lihat pada reaksi anak dengan cara mendengarkan serta gerakan yang mampu merangsang koordinasi pada bagian otak.
Tetapi pendidikan seni musik di negara Indonesia pada dasarnya belum mendapat apreasiasi yang baik. Terlihat dalam pembelajaran SD, seni budaya dan musik hanya mengadakan seminggu sekali. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak lagi menggunakan media seni musik sebagai mata pelajaran. Mungkin ada beberapa siswa ingin terjun pada dunia musik, namun tidak ada yang mengarahkan. Ini merupakan salah satu penyebab sehingga siswa tidak maksimal menyalurkan bakat dan minat tersebut. Hampir sebagian anak bangsa sering mengalaminya.
Dapat dilihat pada gambar screenshot diatas bahwa blog ini memiliki kemudahan dalam suatu pemahaman yang jelas. Blog ini juga mensajikan bahasa yang mudah dimengerti bagi pembaca serta tidak membosankan untuk dibaca kembali. Gaya bahasa yang sederhana memudahkan pembaca dari anak kecil sampai dewasa. Di sini juga terdapat kategori pendidikan musik, dengan adanya ini bisa mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai penjelasan musik. Dalam kategori pendidikan musik ini menjabarkan seberapa penting pendidikan musik. Dalam arsip sendiri tanggal tidak lama jangkauannya sehingga musik yang dijabarkan disini bisa di katakan masih update dengan keadaan musik jaman sekarang.
Namun dalam blog ini warnanya cenderung tidak menarik pembaca, karena warna lebih dominan pada satu kombinasi saja. Sehingga awal membuka blog terlihat tidak mengesankan bagi pembacanya. Semestinya, terdapat berbagai macam warna serta ada beberapa warna yang dipadukan. sehingga menghasilkan suasana estetika tersendiri. Selain itu, tidak terdapat satu gambar sama sekali, sehingga cenderung monoton dalam menyajikan desainnya. Perlunya ada variasi gambar atau ditambahkan gambar animasi musik. Disitu pasti musik terasa hidup dalam penjelasannya.

Saya tertarik suatu ungkapan Eisner dan Chapman. Ujarnya, “arah atau pendekatan seni baik itu seni rupa, seni musik, seni tari ataupun seni teater. Secara umum dapat dipilah menjadi dua pendekatan, yakni seni dalam pendidikan dan pendidikan melalui seni”.





0 comments:

Post a Comment